Kamis, 10 April 2008
Term of Refference Diskusi Lesehan
Refleksi 32 Tahun Darul Arqam; Menawarkan konsep Pesantren Ideal bagi Darul Arqam
Pendahuluan
20 April 2008 mendatang adalah tepat hari lahir Darul Arqam ke-32. Angka 32 bukanlah sebuah angka kecil dalam sebuah sistem pendidikan semacam pesantren. Tentu telah banyak pengalaman dan dan kontribusi yang diberikan oleh Pesantren Darul Arqam bagi masyarakat, bangsa, negara, dan agama. Namun apakah selama 32 tahun umur Darul Arqam ini kontribusinya memberikan dampak yang signifikan positif atau tidak, tentu jawabannya harus melalui penelitian lebih lanjut.
Bukti keberhasilan Darul Arqam bisa bertahan hingga 32 tahun adalah sebuah prestasi yang cukup bagus. Namun tentu, selama 32 tahun ini sepaptutnya kualitas darul Arqam semakin meningkat. Karena ternyata keberhasilan untuk survive tidak menjamin keberhasilan dalam kemajuan atau pengembangan kualitas Darul Arqam itu sendiri. Kebanggaan kita terhadap Darul Arqam beserta berbagai infrastruktur dan perangkat fisiknya harus diikuti dengan kebanggaan atas aspek kedua, yakni “kualitas” Darul Arqam dalam intelektualitas, moralitas, dan spiritualitas. Namun sepertinya kita tidak menemukan sebuah alasan untuk berbangga hati atas aspek kedua yang dimiliki oleh Darul Arqam ini. Oleh karenanya, mari kita merendahkan hati, melakukan evaluasi dan muhasabah diri.
Perubahan dan pergolakan yang sering terjadi di dunia pesantren tidak akan lepas dari kebijakan yang dibuat oleh pimpinannya. Karena hampir di tiap pesantren, peran sentral kiayi (pimpinan pesantren) sangat berpengaruh terhadap kemajuan dan kemunduran pesantren tersebut. Sepaptutnya aspke ini menjadi fokus Darul Arqam ke masa depan. Karena krisis kepemimpinan dalam sebuah pesantren bisa menggoyahkan keberadaan pesantren itu sendiri. Para penerus pimpinan pondok dahulu, seharusnya bisa lebih menerjemahkan cita-cita Darul Arqam di masa mendatang dalam konteks kekinian.
Pesantren sebagai sebuah pilar yang mentransformasikan konsep-konsep keilmuan, sikap moral, dan pembentukan watak kemanusiaan, diharapkan tidak hanya berupaya mempertahankan eksistensinya dalam stagnasi tanpa kemajuan. Namun ia diharapkan bisa berlari lebih kencang dalam melakukan perubahan-perubahan kepada hal yang lebih baik.
Selama ini kami selaku alumni yang tergabung dalam IKADAM JABODETABEK merasa memiliki kekhawatiran akan orientasi masa depan Darul Arqam yang semakin tidak menentu.. Kekhawatiran yang sering dilontarkan oleh para abiturient adalah sebuah kegelisahan bermakna sebagai sebuah respon positif dan perhatian-simpatik terhadap almamaternya. Dalam keterbatasan waktu, tenaga, dan pikiran yang kami miliki, kami bermaksud mengadakan sebuah refleksi dan pemikiran-ulang (rethinking) akan keberadaan Darul Arqam dan kegelisahan yang kami miliki terhadap Darul Arqam.
Semoga dengan adanya acara ini, teman-teman alumni, terutama IKADAM JABODETABEK lebih memiliki kepekaan terhadap Darul Arqam dan sikap ”memiliki” Darul Arqam. karena selayaknya sebuah manusia yang tak boleh melupakan asalnya, maka alumni Darul Arqam pun tidak boleh lupa pada almamaternya.
Nama Kegiatan
Refleksi Milad Darul Arqam 32 tahun
Tema
Menawarkan konsep Pesantren Ideal bagi Darul Arqam
Partisipan
IKADAM JABODETABEK
Waktu dan tempat
Acara ini akan dilaksanakan Insya Allah pada Sabtu-Minggua, 19-20 April 2008, di Villa Cipanas, Cianjur.
Untuk keterangan lebih lanjut silahkan hubungi Kalid Dharmawan Ketua Ikadam dan Dinur Garista Sebaga ketua SC dan OC Patiya

ibad, sumber: milist de-a
posted by SINTESA @ 18.06  
0 Comments:
Posting Komentar
<< Home
 



Assalamu'alaikum... Selamat Datang. Sintesa adalah sebuah buletin tempat kita bisa mencurah gagasan-gagasan kecil, mengikat dan membagikannya dalam sebuah simpul makna. Sintesa bermakna saripati, sebuah perpaduan dari berbagai unsur majemuk yang akan berpadu menghasilkan sesuatu yang baru dengan keindahan tersendiri. Selalu ada langkah kecil untuk sebuah lompatan besar. Karena itulah kami hadir.


catatankecil
arsipkami
jejaring
Template by
Free Blogger Templates